Eps.04
Duta Agung, Duta Dalam dan Duta Luar biasanya merupakan
Keturunan Keluarga Kiang (bermarga Kiang), atau istri dari Keluarga Kiang yang
terutama, sementara 3 Duta Hukum adalah juga lingkungan keluarga Kiang, atau
murid dari seorang tokoh keluarga Kiang, bisa juga karena ibunya bermarga Kiang
atau garis keturunan keluarga Kiang sebelah Ibu.
Sementara 6 Duta Perdamaian adalah murid-murid dari Duta Agung,
Duta Dalam dan Duta Luar yang sudah dinyatakan lulus untuk melaksanakan tugas.
Tidak semua murid mendapatkan kehormatan ini, hanya 6 dari sekian banyak murid
yang bisa melakukan tugas Duta Perdamaian dan tidak menetap di Lembah. Di
Lembah sendiri yang berdiam hanyalah Duta Agung, Duta Dalam, Duta Luar dan Duta
Hukum bersama keluarganya. Yang dimaksud Keluarga adalah Anak dan Istri,
selebihnya tinggal di luar lembah meski masih dalam wilayah dan teritori Lembah
Pualam Hijau.
Pesan dan perintah biasanya diberikan kepada Duta Perdamaian
oleh Duta Hukum dari Duta Agung atau Duta Luar dan Duta Dalam. Kemanapun Duta
Agung pergi, setidaknya didampingi oleh Duta Luar atau Duta Dalam dengan
seorang Duta Hukum.
Di samping Kiang Hong, duduk istrinya yang bernama Tan Bi Hiong.
Seorang murid anak murid preman Ketua Bu Tong Pay yang menikah dengan Kiang
Hong sekitar 10 tahun sebelumnya, saat Kiang Hong belum menjadi ketua Lembah.
Wanita ini merupakan “bunga” dunia persilatan ketika berkelana di dunia Kang
ouw dan merupakan murid kesayangan Ketua Bu Tong Pay dewasa ini. Berhati lembut
dan sangat jelita, sangat mandiri dan juga sangat cerdas, sehingga sering banyak
membantu suaminya memecahkan persoalan persoalan yang dihadapi lembah.
Dari Bu Tong Pay dia menguasai ilmu-ilmu utama Bu Tong Pay
seperti Bu Tong Kiam Hoat bahkan juga Ilmu Thai Kek Sin Kun, ilmu andalan sang
Ketua. Ilmunya meningkat pesat ketika menikah dengan Kiang Hong dan menerima
banyak petunjuk langsung dari mertuanya Kiang Cun Le yang kini duduk
dihadapannya. Karena itu, Bi Hiong kemudian menjadi Duta Dalam Lembah Pualam
Hijau mendampingi suaminya, sementara duta Luar dipegang oleh Kiang Sian Cu, kakak
Kiang Hong.
Hubungan kekeluargaan akan berubah 180% ketika pertemuan terjadi
dalam bentuk struktur hubungan Lembah Pualam Hijau sebagai Perguruan Perdamaian
dalam dunia persilatan. Ukuran adalah dalam kedudukan, bukan anak, cucu atau
ipar. Tetapi, hubungan kekeluargaan akan berstruktur normal, ketika pertemuan
yang terjadi dalam konteks kekeluargaan.
Dalam hal hubungan keluarga, Kiang Hong akan memanggil Sian Cu
dengan sebutan Suci, tetapi dalam tugas sebagai Duta Agung dia akan memanggil
Sian Cu dan Istrinya Bi Hiong dengan sebutan Duta Dalam dan Duta Luar dengan
menanggalkan kekerabatan pribadi.
“Hong Ji dan Hiong Ji, anak-anakku, bagaimanakah perkembangan
terakhir keadaan dunia persilatan”? Kiang Cun Le membuka percakapan dengan
anak-anaknya. Karena dia sudah mengundurkan diri dan cuci tangan mensucikan
diri dan meninggalkan dunia persilatan, dia tidak terikat peraturan struktur
hubungan Lembah Pualam Hijau dengan Kiang Hong sebagai pucuk pimpinannya.
Terdengar Kiang Cun Le melanjutkan:
“Seperti kalian berdua ketahui, setelah menutup diri, saat ini ayah tinggal mengandalkan ilmu batin dan perkembangan perbintangan, dan tentu informasi dari kalian. Dan rasanya kemelut dunia persilatan menjadi semakin terbuka kemungkinannya. Setelah kurang lebih 10 partai menengah menjadi korban tanpa kita tahu jejak pelakunya yang misterius, maka gerakan yang lebih besar pasti akan terjadi. Bagaimana pengamatan kalian atas kejadian ini”?
“Seperti kalian berdua ketahui, setelah menutup diri, saat ini ayah tinggal mengandalkan ilmu batin dan perkembangan perbintangan, dan tentu informasi dari kalian. Dan rasanya kemelut dunia persilatan menjadi semakin terbuka kemungkinannya. Setelah kurang lebih 10 partai menengah menjadi korban tanpa kita tahu jejak pelakunya yang misterius, maka gerakan yang lebih besar pasti akan terjadi. Bagaimana pengamatan kalian atas kejadian ini”?
Kiang Hong memandang istrinya sejenak sebelum bicara, dalam
banyak urusan memang menjadi kebiasaannya seperti itu.
“Ayah, keadaannya memang agak mencekam. Tetapi, nampaknya selain Barisan warna-warni, masih belum ketahuan tokoh utama dibalik kejadian tersebut. Apabila kita menuduh Lam Hay sebagai pelakunya, fakta menunjukkan banyak penyimpangan. Pertama, dalam sejarah mereka tidak banyak melakukan pembunuhan. Kedua, mereka hanya meninggalkan sebagian murid yang relatif tidak berbahaya, ketiga mereka terikat perjanjian dengan kita untuk tidak mengganggu wilayah Tionggoan. Hong Ji melihat bahwa insiden tersebut tidak bisa secara lancang ditanggungkan kepada Lam Hay Bun” Demikian laporan dan penjelasan Kiang Hong.
“Ayah, keadaannya memang agak mencekam. Tetapi, nampaknya selain Barisan warna-warni, masih belum ketahuan tokoh utama dibalik kejadian tersebut. Apabila kita menuduh Lam Hay sebagai pelakunya, fakta menunjukkan banyak penyimpangan. Pertama, dalam sejarah mereka tidak banyak melakukan pembunuhan. Kedua, mereka hanya meninggalkan sebagian murid yang relatif tidak berbahaya, ketiga mereka terikat perjanjian dengan kita untuk tidak mengganggu wilayah Tionggoan. Hong Ji melihat bahwa insiden tersebut tidak bisa secara lancang ditanggungkan kepada Lam Hay Bun” Demikian laporan dan penjelasan Kiang Hong.
“Kau benar Hong Ji, bukan seperti itu gaya dan cara Lam Hay Bun.
Betapa ambisiusnya mereka, kita tahu. Tapi betapa mereka sangat mengagungkan
kegagahan, juga kita mengerti. Hanya kekuatan Ilmu Silat yang sanggup
menundukkan hasrat dan kegagahan mereka. Baik Kauwcu maupun Hu Kauwcu mereka
yang kakak beradik seperguruan, sangatlah gagah dan sakti. Kecuali ada
perubahan yang sangat besar dan dahsyat di Lam Hay Bun, sesuatu yang rasanya
tidak akan diijinkan oleh sahabat Lam Kek Sin Kun, Pak Tian Ong selama dia
masih hidup. Meskipun dia sangat berambisi, tetapi kegagahannya sangatlah
kukagumi dan dia tidak akan sebodoh itu menyerahkan Lam Hay Bun ke tangan
orang-orang yang akan mengaburkan dan mengikis kegagahannya” Jelas Kakek Cun
Le.
“Nampaknya, bukan tidak mungkin ada pihak-pihak yang mengail
diatas air keruh kali ini” Tan Bi Hiong ikutan nimbrung.
“Apabila bukan karena terjadi perubahan drastis dalam Lam Hay,
maka sudah pasti ada kekuatan tertentu yang memanaskan situasi dan memanfaatkan
reputasi masa lalu Lam Hay. Beng Kauw, bisa dikategorikan disini, tetapi dengan
syarat, juga terjadi perubahan besar dalam kebijakan kelompok agama ini. Mereka
juga biasanya hanya melibatkan diri dalam pertarungan Ilmu Silat dengan
mengandalkan Ilmu mereka, dan paling banter yang turun adalah Ketua Agama
mereka bersama Hu Pangcu dan 3 pelindung agama mereka. Dan jika Beng Kauw harus
dihapus dari daftar ini, maka menjadi sangat sulit mencari kekuatan mana lagi
yang mampu membuat dunia persilatan kisruh. Kemungkinan, kita malah akan
memasuki sebuah badai persilatan dengan jangka yang cukup panjang. Mengapa?
Karena badai kali ini mengandalkan strategi dan kelicikan, dan bukannya
penguasaan wilayah melalui Ilmu Silat sebagaimana para kakek buyut
menghadapinya dahulu berhadapan dengan Thian Tok, Bengkauw dan Lam Hay” Papar
Bi Hiong.
“Ah, kamu selalu berpandangan terang ke depan Hiong Ji. Justru
kemungkinan itulah setengahnya yang kulihat dalam awan kelam yang akan
melingkupi persilatan Tionggoan ke depan. Awan itu, bahkan tragisnya akan
sampai kesini, akan menyentuh kita sampai kemudian sinar yang sudah terlalu
kelam tapi dekat dengan kita akan mengirimkan sinar terang yang lain bagi kita.
Meskipun tidak hancur, tetapi kalian harus menata Lembah kembali dalam waktu
lama untuk memulihkan nama baiknya. Hong Ji dan Hiong Ji, kepada kalian
kutitipkan bagaimana menata kembali lembah ini sampai sinar terang itu kembali.
Badai ini jauh lebih dahsyat dari yang dihadapi kakek buyut Sim Hoat dan kakek
Sin Liong dan yang juga kuhadapi dahulu".
Kiang Cun Le nampak berhenti sebentar, dengan wajah serius dia
kemudian melanjutkan:
"Benar Hiong Ji, aku melihat Beng Kauw akan kembali menuntut,
Lam Hay juga, bahkan sebuah benda yang jadi taruhanku dengan kedua orang tua
dari India juga akan menimbulkan masalah. Pekatnya badai itu, karena harus
ditambah dengan mencari tahu, siapa yang mencoba menajamkan pertarungan dengan
darah, dan bukan cuma adu ilmu silat sebagaimana biasanya”.
Kembali Kiang Cun Le berhenti sebentar, menimbang-nimbang banyak
hal, kemudian melanjutkan:
“Samar-samar, Ilmu Silat dan Ilmu Batin kalian akan sangat
menentukan dalam menangani masalah ini. Aku sudah letih dan punya persiapan
khusus untuk ikut menangani persoalan ini, sudah ada yang akan dan sedang siap
untuk melakukannya. Tetapi, kalian jangan alpa, dan jika mungkin juga membangun
komunikasi dengan Kay Pang, Siauw Lim Sie, BuTong Pay dan juga Liong I Sinni (Pendeta
wanita Sakti berjubah hijau). Nampaknya, misteri dan badai ini akan sangat
dahsyat karena akan melibatkan generasi lama, cuma aku belum yakin benar soal
ini. Awas-awaslah dengan peningkatan Ilmu kalian dan cermati persoalan di
luaran. Liong Ji sejak hari ini akan bersamaku, dan jangan tanyakan sampai
kapan, sementara Nio Ji kalian antarkan kepada Liong I Sin Ni. Kepada Sinni
tidak perlu kalian bicara apa-apa, hanya kalian berikan mata kalung pualam
hijau ini kepadanya (sambil menyerahkan mata kalung bertuliskan “Kiang” kepada
Kiang Hong) dan dia tahu apa yang akan dia kerjakan. Kalian terpaksa harus
berpisah dari anak-anak kalian untuk meredakan badai ini”
“Bagaimana dengan lembah ini Ayah”? Tanya Kiang Hong
“Meski aku menyucikan diri dan tidak terlibat urusan Kang Ouw,
bukan berarti aku haram mempertahankan rumahku. Lakukan tugasmu dan kerahkan
semua kekuatan kita dalam melacak berita. Tetapi, diatas semuanya, jangan
lupakan terus menempa diri kalian. Hiong Ji, jika bertemu Sinni mintalah dia
menyempurnakan pengerahan tenaga lemas dan keras ketika menghentak ginkang dan
sinkang pada tataran tertinggi perguruan kita, dan sampaikan salam rindu
saudaranya kepadanya. Sementara kakakmu Kiang Liong, biarlah aku dan nasib yang
akan mengurusnya, jangan kalian pikirkan dulu masalahnya saat ini. Dan kamu
Hong Ji, aku punya waktu semalaman ini untuk membicarakan sesuatu denganmu
sebelum besok aku menutup diri dengan Liong Ji. Besok sore sebaiknya kalian
berangkat kearah timur, tinggalkan Sian Cu bersama 2 Duta Hukum disini,
sementara kamu boleh menugaskan 6 duta perdamaian membangun kontak dan mencari
informasi, setelah itu kalian upayakan menyelidiki kejadian-kejadian yang
paling akhir. Akan ada banyak kejutan, tapi jangan panik. Hiong Ji, dalam hal
ini kamu malah lebih piawai dari Hong Ji, ingat jangan mudah dipecah belah
dalam urusan apapun. Baiklah, kita tetapkan demikian untuk hari ini” Kakek Cun
Le mengakhiri percakapan.
Setelah lebih 5 tahun menyepi dan hanya sesekali keluar mendidik
cucunya, Cun Le sebenarnya banyak mengembangkan ilmu dalam atau ilmu kebatinan.
Dalam hal ini, dia malah lebih dahsyat pada usianya dibandingkan Sin Liong,
karena pada usianya yang mendekati 55an sudah sanggup membaca gejala alam,
mampu memprediksi kejadian dengan tingkat keakuratan yang tinggi.
Selain memperdalam Ilmu Kebatinan, diapun melakukan penelahan
lebih jauh atas Ilmu-Ilmu peninggalan keluarganya. Ilmu keluarganya sudah lama
digolongkan tingkat atas bersama dengan Ih Kin Keng, Selaksa Tapak Budha dan
Tay Lo Kim Kong Ciang dari Siauw Lim Sie; Hang Liong Sip Pat Ciang, Pek Lek Sin
Jiu (Pukulan Halilintar) dan Tah Kaw Pang dari Kay Pang, serta Bu Tong Kiam
Hoat, Thai Kek Sin Kun, Ling Gie Sim Hwat dari Bu Tong Pay.
Kiang Sim Hoat menciptakan sebuah Ilmu Khas Lembah Pualam Hijau berdasarkan
sebuah Kitab Pusaka yang sudah sangat lapuk ketika ditemukannya di Lembah
Pualam Hijau. Bahkan nama kitab disampulnyapun sudah tidak bisa dieja dan
dibaca lagi, tetapi kitab itu nampaknya sangat menekankan unsur kehalusan dan
kedalaman.
Penekanan pada unsur “im” yang halus dan dingin dipertegas
dengan hawa dingin yang dilatih oleh Sinkang khusus dalam kitab tersebut.
Sayangnya, pencipta dan pengantar kitab itu sebagai informasi mengenai kitab,
sudah tidak bisa terbaca, justru bagian inti dari ilmu yang termuat dalam kitab
tersebut masih bisa utuh. Tapi itupun tidak mengurangi kedahsyatan Ilmu yang
kemudian terkenal menjadi ciri pengenal dan pamungkas dari Lembah Pualam Hijau.
Kitab Silat kuno itu ternyata berisikan 13 jurus sakti yang
kemudian digubah Sim Hoat menjadi Giok Ceng Cap Sha Sin Kun (Tiga Belas Jurus
Sakti Pualam Hijau). Dinamakannya demikian karena dalam sebuah Gua Rahasia yang
hanya diketahui rahasianya oleh para Ketua Lembah setelah Sim Hoat, ditemukan
sebuah pembaringan sempit yang hanya sanggup menampung 1 orang dan terbuat dari
PUALAM HIJAU.
Pembaringan itu juga ditemukan khasiatnya oleh Sim Hoat dalam
kitab kuno sebagai alat untuk membantu memperkuat Sinkang guna melatih Ilmu
dalam kitab. Khasiat pembaringan Giok Hijau itu adalah memperdalam dan
mempercepat meningkatkan hawa Sinkang jenis dingin, karena pembaringan itu
dinginnya bukan main. Untungnya, pelajaran jenis sinkang bagi 13 jurus sakti
kuno ini dan bagaimana memanfaatkan pembaringan Giok diajarkan dalam kitab dan
kemudian diturunkan bagi pewaris lembah kemudian secara lisan. Pembaringan
itupun hanya diketahui paling banyak 2 orang, Ketua Lembah dan Istrinya.
Selain Giok Ceng Cap Sha Sin Kun ini menjadi ilmu khas Lembah
Pualam Hijau, Sim Hoat kemudian menggubah Ilmu Pedang Giok Ceng Kiam Hoat yang
mencampurkan beberapa rahasia Ilmu Pedang Kakek Dewa Pedang berdasarkan gerak
Pat Sian Kiam Hoat (Ilmu Pedang Delapan Dewa) yang menjadi andalan Kakek Dewa
Pedang tersebut.
Ilmu pedang ini sebenarnya gubahan bersama, sebagai hadiah kakek
Dewa Pedang yang membuatkan Pedang Giok Hijau bagi Kiang Sim Hoat.
Perbendaharaan Ilmu Sakti Lembah Pualam Hijau bertambah dengan diciptakannya
kemudian oleh Kiang Sin liong ilmu Soan-hong Sin-ciang (Tangan Sakti Angin
Badai) dan Toa-hong Kiam-sut (Ilmu Pedang Angin Badai).
Semua Ilmu itu bertumpu pada Giok Ceng Sinkang yang ditumbuhkan,
diperdalam dan dikuatkan oleh Pembaringan Giok Ceng yang rahasianya dimiliki
oleh pewaris Lembah. Baik Soan Hong Sin Ciang maupun Toa Hong Kiam Sut
merupakan ilmu khas yang mampu menciptakan prahara angin dan badai dan banyak
dilambari oleh kekuatan batin.
Ilmu ini diciptakan Sin Liong setelah bertarung dengan jagoan
India yang sangat kuat Ilmu Silat dan Ilmu sihirnya. Terlebih karena khasiat
lain pembaringan Giok Hijau adalah memperkuat batin seseorang dan karena itu,
baik Sim Hoat maupun Sin Liong, mampu menghadapi serangan sihir yang luar biasa
kuat melalui penguasaan batin yang luar biasa.
Memang, selain bantuan pembaringan Giok hijau, bakat dan
ketekunan juga sangat menentukan. Setiap pewaris lembah, rata-rata memiliki
kekuatan batin yang sangat luar biasa, sehingga mampu menolak kekuatan sihir
lawan yang bagaimanapun kuatnya.
Sementara Cun Le sendiri pada beberapa tahun terakhir sedang
menggubah sebuah ilmu yang dinamakannya Khong-in-loh-Thian (Awan Kosong
Menggugurkan Langit) dan sejenis ilmu langkah ajaib yang diberinya nama
Sian-jin-ci-lou (Dewa Menunjukkan Jalan).
Sama seperti Ilmu Ciptaan Sin Liong yang bernama Toa Hong Kiam
Sut dan Soan Hong Sin Ciang, penggunaan Khong in loh Thian juga sangat sarat
kekuatan batin dan memang khusus digunakan untuk melawan kekuatan sihir lawan.
Hanya, berbeda dengan Soan Hong Sin Ciang yang membawa perbawa badai dalam
serangannya, maka Khong in loh Thian justru mementalkan dan bahkan membalikkan
serangan-serangan Ilmu Hitam dan Ilmu Sihir kepada pemiliknya.
Dan ketika membalik, seseorang dengan kepandaian tanggung tidak
akan sanggup mengantisipasi karena tenaga serangannya diserap dan dikembalikan
tanpa tanda-tanda desiran sedikitpun. Karena itu dinamakan awan kosong.
Tetapi, Ilmu Sian Jin Ci Lou, termasuk Ilmu langkah kaki ajaib
yang agak bersifat gaib. Sesuai namanya, pemilik Ilmu yang memainkan Ilmu ini
seakan akan mendapatkan petunjuk dewa tentang bagaimana menghindarkan serangan
sehebat apapun. Sayangnya, sampai saat ini Cun Le sendiri seperti masih
merasakan adanya kekurangan dalam Ilmu Langkah yang dia gubah atas
pengenalannya terhadap Ilmu dari India dan warisan puisi kuno dalam sebuah
Gelang yang maknanya sangat dalam.
Pada malam terakhir yang disebutkan Kiang Cun Le kepada anaknya,
dipaparkannya kembali seluruh rahasia Ilmu keluarga dan secara bersama
mendalami beberapa unsur baru yang digubah Cun Le beberapa waktu belakangan.
Ilmunya Khong In Loh Thian diturunkan secara sempurna kepada Kiang Hong,
termasuk membuka wawasan Kiang Hong mengenai kemungkinan yang sangat luas
terhadap langkah ajaib Sian Jin Ci Lou.
Percakapan antara 2 ahli tidak butuh lama untuk mengerti,
memahami dan melakukannya. Semalam, berarti bisa 30 tahun bagi orang yang baru
memulai berlatih Ilmu Silat untuk memahami apa yang dikemukakan Cun Le kepada
anaknya Kiang Hong.
Bagian paling rumit adalah memperkuat Tenaga Batin anaknya agar
sanggup memainkan baik Soan Hong Sin Ciang dan Khong in loh Thian sebelum
meninggalkan lembah, sesuatu yang dirasa masih diperlukan bagi Kiang Hong. Dan
selepas pertemuan itu, Kiang Hong merasa seperti menjadi lebih nyaman dan lebih
ringan.
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Tinggal kan Komentar Anda disini...